Selasa, 23 November 2010

Jangan Rusak Otak Kita

Hindari hal-hal berikut untuk menghindari kerusakan otak :

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup Kepala Saat Tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan Pikiran Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Alasan Enaknya Menjadi Bawahan

·
Tidak diminta teladan, karena teladan datangnya dari atasan

·
Tidak perlu malu ke kantor naik bus kota

·
Tidak pusing mikirin gaji atasan

·
Jarang kena gosip ada main dengan sekretaris pribadi

·
Jarang ditelepon istri

·
Gajinya sudah jelas, jadi gampang mengaturnya

·
Sewaktu-waktu bisa mendemo bosnya. Sampai saat ini, belum ada bos mendemo bawahan.

·
Waktu kerjanya jelas. Kalau kelebihan dianggap lembur

·
Bisa menggosipi bosnya

·
Bisa berharap, suatu hari jadi atasan. Namun bagi atasan,mimpipun tidak berani untuk jadi bawahan

·
Nasibnya diperhatikan pemerintah. Kalau bos belum pernah kan disinggung-singgung mengenai UMR-nya

·
Biasanya tahu skandal bosnya, tapi ngga berani ngomong. Sementara sang bos jarang yang tahu kisah asmara bawahannya

·
Pokoknya, selama tidak ngomongin mobil, rumah, kolusi, surat sakti, dan penggelapan pajak, jadi bawahan ada enaknya.

Ungkapkan Perasaanmu

Kesal, sedih, marah, bahagia, senang, bangga adalah berbagai perasaan yang bisa berkecamuk dalam hati siapa saja. tidak terkecuali anak-anak. Sayangnya, tidak semua anak mempunyai kesempatan mengasah keterampilan mengungkapkan perasaannya.

Intan (8) merasa kesal sekali karena hampir setiap hari terlambat ke sekolah. Ayahnya yang biasa mengantar ke sekolah selalu belum siap sebelum jam setengah tujuh. Padahal, jam 7 lewat 15 menit gerbang sekolah sudah ditutup. Setiap kali Intan menyampaikan perasaan kesalnya pada ayah, ia selalu kecewa. Sebab ayahnya hanya berkata, "Sudah nggak usah nangis. Terlambat aja kok nangis."

Ibu Intan sama saja, setiap kali Intan ingin bercerita tentang hal-hal yang dialaminya di sekolah, ibu sering mengalihkannya. Kata ibu, "Kamu kan anak pertama, nggak boleh nangis." Maka, jadilah Intan anak pendiam yang mudah tersinggung. Ia lebih senang menyendiri sambil menggambar di kertas, daripada main bersama teman-temannya.

Perasaan atau emosi adalah sebuah reaksi dari dalam diri seseorang terhadap keadaan, situasi, atau apapun yang mengakibatkan otak dan berakibat pada fisik. Itulah sebabnya kenapa keadaan emosi seseorang sering berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Tetapi, tidak hanya mudah berubah. Menurut Ery Retno Artini, Psi., konsultan dan trainer pendidikan, emosi bisa menular. Misalnya, saja bila seorang suami sering marah-marah pada istrinya, maka anaknya pun akan mudah marah kepada pembantu.

Sama halnya dengan yang terjadi pada Intan. Karena perasaannya sering diabaikan, Intan tumbuh menjadi orang yang dipaksa untuk mengabaikan perasaannya sendiri. Perlahan, ia pun akan mudah mengabaikan perasaan orang lain. Pengabaian perasaan sering terjadi tanpa disadari sejak anak masih kecil dan belum mampu berkomunikasi dengan baik. Misalnya saat anak terjatuh, merasakan ketidaknyamanan lalu menangis. Para ibu sering berkata, "Cep, cep, cep ya sayang jangan menangis, ini lantainya nakal ya!"

Proses pengabaian perasaan ini umumnya lebih parah diderita oleh anak laki-laki, sebab laki-laki di negara kita dibentuk sebagai orang yang tidak boleh mengeluarkan air mata. Akibatnya kebanyakan laki-laki di Indonesia tumbuh sebagai pribadi yang tidak peduli dengan perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain.

Sebaiknya, emosi positif pun bisa menular. Yang dimaksud dengan emosi yang positif adalah kemampuan seseorang dalam menamakan dan menyalurkan perasaannya secara benar. Maka orang tua yang mau mendengarkan, menghargai, dan membantu mencari jalan keluar terhadap perasaan yang sedang dihadapi anaknya, akan membantu anak tumbuh menjadi orang yang menghargai perasaan orang lain.

Karena itulah, Ery menekankan tentang pentingnya belajar mengenali perasan dan menyalurkannya pada saluran yang tepat. Bila tidak dilatih dan diasah, setiap orang akan tumbuh menjadi orang yang buta emosi, tidak mampu menerima dan memahami adanya perasaan dalam dirinya, sehingga dapat menghancurkan diri sendiri atau orang lain. Apalagi emosi dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang. Bila cara berpikirnya negatif, perilakunya cenderung negatif. Misalnya selalu berburuk sangka terhadap orang lain.

Latihan berbagi perasaan bisa dimulai dari tahapan mengenali perasaan, menamakannya dan mencari jalan keluar. Anak bisa dilatih mengenali perasaannya dengan bantuan orangtua. Misalnya saja orangtua berkata, "Adek capek ya, dari tadi main terus." Juga dilatih menamakan perasaannya. Misalnya saat muka anak sedang cemberut cobalah tanya, "Kakak sedang kesal? Ada apa, Kak? Mungkin mama bisa bantu."
Begitu pun saat berupaya mencari solusi satu masalah, cobalah mencarinya bersama anak. "Kalau kakak tidak mau terlambat, jalan keluarnya kakak harus bangun lebih pagi, dan..."

Untuk mempermudah, Ery menawarkan metode ABCD pemecahan masalah, dimana ABCD ini berarti tanyakan masalahnya, lanjutkan pada kumpulkan alternatif pemecahan masalahnya. Kemudian, pilihlah jalan keluarnya dan yang terakhir lakukan. Ketrampilan ABCD ini bila dilatih akan berdampak positif terhadap anak. Kekesalan, kemarahan, kesedihan mereka pun tidak meluap kemana-manatapi akan keluar sesuai dengan jalurnya.

Jangan Menipu Diri Sendiri

Cerita lama yang mungkin masih bagus untuk disimak ..
Coba kita renungkan baik-baik hikmahnya ..

>
Assallamualaikum ...

>Akupun dulu seperti laki-laki seperti kalian
>karena aku ini serba bisa (maaf bukannya menyombong)
>apa aja aku usahakan, untuk menolong demi untuk
>tidak menolak semua permintaan mereka....
>bukan saja dari segi tenaga dan uang ....
>memberikan nasehat dan keputusan aku selalu melakukannya ....
>dan mereka selalu menuruti nasehatku ..
>budi bahasa dan watak suka membantuku
>membuat aku disukai oleh kaum wanita yang mengenalku ...
>setiap panggilan kepadaku selalu kubalas dengan mesra....
>setiap ajakan dari mereka selalu kuturuti dengan akrab....
>sampai berjumpa dengan orangtuanya akupun menuruti ..
>ini semua akulakukan atas nama persahabatan.....
>tetapi tidak ada sedikit pun dalam hati ini untuk
>menjadikan mereka ini teman special....
>tapi rupanya aku khilaf ...
>kebaikan yg aku curahkan kepada mereka menjadi
>timbangtara mereka untuk mengenal diri kita
>lebih dekat lagi.... dan lebih dekat lagi ..
>disini timbul suatu sifat zalim pada diri ku....
>jika ada diantara mereka berterus terang kepadaku
>mengenai sejauh mana hubungan ini ..
>terus terang aku katakan bahwa hubungan kita sebatas
>persahabatan saja ...
>ada yang meraung...
>ada yang histeris menangis ...
>dan ada juga yang hendak bunuh diri.....
>apa mau dikata ...
>aku ikuti semua ajakan mereka...
>aku luluskan segala permintaan mereka....
>aku perkenalkan mereka ke orang umum ...
>dan aku diperkenalkan juga kepada orangtua mereka.....
>dan semua ini ku lakukan demi persahabatan.....
>demi persahabatan??????
>jawapan yang tak mungkin mereka terima.....

>satu peristiwa menyadarkan aku ...
>batasan sejauh mana persahabatan......
>antara lelaki dan wanita.....

>seorang wanita.....
>yang aku anggap seperti adik angkat aku....
>(anggapan aku sendiri)....
>Akrabnya aku dan dia seperti seorang kaka kepada adiknya....
>yang mana rupanya kebaikanku itu dianggap
>perhatian seorang kekasih kepadanya....
>sampai aku diperkenalkan kepada orang tuanya....
>bodohkah aku tidak mengenal perasaan wanita????
>Selepas pulang dari rumah orang tuanya.....
>kami pun pergi makan malam disebuah restoran....
>sayang.... malam itu ada keanehan sedikit yang kurasakan ...
>dia sendiri memilih tempat makan tersebut....
>(biasanya aku yang memilih tempat makan)
>dia sendiri yang memilih jenis makanan kegemaranku....
>dan sewaktu makan...
>diringi lagu khas untuk aku, katanya....
>Setelah makan kami berbincang seperti biasa....
>Tetapi perbincangan kami banyak tentang dirinya....
>Apa pandangan aku tentang sikapnya, pakaiannya,dan
>cara dia melayani aku......

>Sewaktu mengantar dia pulang......
>di hadapan rumah dia.....
>(biasanya aku cuma berjabat tangan mengucapkan selamat malam)
>sewaktu berjabat tangan.....
>tiba-tiba tanganku di kecupnya.....
>sebuah ucapan keluar dari mulutnya.....
>"Happy Anniversary Sayang...."
>Rupanya malam itu genaplah setahun hubungan kita....
>Aku bimbang.....namun aku tetap menjaga diriku....
> "Apa maksud kamu ini" ucapan terbodoh yang aku keluarkan....
>"Terima kasih atas segala belaian kasih sayang kakak terhadap diri Ati"
>balasnya dengan senyuman dan pandangan mata seorang kekasih....
>Seperti biasa bila menghadapi situasi seperti ini, aku tidak hilang pijakan ....
>tetapi malam itu entah mengapa aku tidak dapat mencari jawaban yang benar....
>"Ati, jangan salah sangka, sebenarnya kasih sayang kakak terhadap Ati hanya
>sebagai hubungan antara kakak dan adik saja, tidak lebih dari itu"
>sebuah jawaban yang tidak mengindahkan perasan seorang perempuan.....
>Semula dia diam saja, kemudian kelihatan airmata nya jatuh membasahi pipi.
>Aku hanya berdiam diri sesudah itu, tidak ada kata yang dapat kuucapkan lagi.
>Tiba-tiba dia meraung dengan sekuat suaranya dan berteriak .....
>"Penipu" dengan disertai beberapa tamparan ke mukaku....
>Walaupun tamparan itu bertalu-talu, aku tidak membalasnya....
>Akhirnya apa yang terjadi memang tidak aku duga....
>Dia terus berlari ke arah tingkat apartemen diatas sambil meraung seperti orang hilang akal.
>(kebetulan dia tinggal di apartemen bertingkat)
>Aku coba mengejar tapi entah kenapa kaki ini seperti tidak mau mengikuti dia.
>Tiba-tiba aku mendengar satu jeritan....
>Didepan mataku sendiri, satu badan melayang jatuh dari tingkat 3
>apartemen tempat dia tinggal tersebut ...
>Aku berlari berusaha menerima berat tubuhnya yang jatuh ke bumi tapi tidak kesampaian ...
>Aku bersyukur karena dia tidak mengalami cedera yang parah, hanya patah
>pergelangan tangan dan tulang kering saja....
>Sejak itu, setiap hari aku membesuk dia dirumah sakit ...
>walaupun dia sudah tidak mau berjumpa dengan aku lagi katanya....
>tapi aku tabahkan hati juga untuk tetap menunggui dia.....

>Dari situ aku mulai mengenal dia lebeh dekat lagi....
>Aku mulai menyelami perasaan hati seorang perempuan....
>Akhirnya sedikit demi sedikit aku mulai menyayangi dia....
>Aku bertekad akan melakukan segalanya demi mendapatkan
>semua kasih sayangnya terhadap aku.....

>Terima kasih Ati! karena masih sudi mengambil insan yg keji ini
>sebagai suamimu.....
>Akan kusulam hidupmu dengan segala kasih sayang yang
>tak pernah aku abadikan kepada siapa pun kecuali kamumu.....

>Dan aku bersyukur karena menyadarkan aku bhawa tidak mungkin
>terjalin hubungan antara wanita dan lelaki tanpa ada perasaan....
>Jika benar ada hubungan seperti itu,.....
>akhirnya akan berlaku penipuan dalam hidup kita nanti.....
>dengan kata lain ....
>KITA MENIPU DIRI KITA SENDIRI

Ujian

1.        Sesungguhnya kesedihan. kesakitan, kegundahan, dan berbagai penderitaan
lainnya merupakan penghapus berbagai dosa dan maksiat yang pernah kita
lakukan.
        "Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda:
"Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan,
kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri, semuanya
itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya." (H.R. Bukhari dan
Muslim)
2.        Ujian merupakan perahu yang akan menghantarkan kita pada kebaikan.
        "Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa
yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka Allah swt. akan
memberinya cobaan." (H.R.Bukhari)
3.        Ujian menjadi sarana untuk mendapatkan ridha dan cinta-Nya.
        "Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya besarnya pahala itu
tergantung dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta'ala itu
mencintai sesuatu kaum maka ia mencobanya, barang siapa yang rela
menerimanya maka ia pun mendapat keridhoan Allah dan barang siapa yang
murka maka ia pun mendapat murka Allah". (H.R.Tirmidzi)
4.        Ciri keislaman seseorang telah sempurna adalah apabila ditimpa musibah
ia mampu bersabar dan kalau dikaruniai nikmat bisa beryukur.
        "Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw.
bersabda: "Sangat mengherankan keadaan seorang mukmin itu, segala keadaan
dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang
mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka itu lebih baik
baginya, dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu lebih baik
baginya". (H.R.Muslim)
 
 
Wallahu A'lam

Sungai Kehidupan

SEORANG pria mendatangi Sang Guru, "Guru, saya sudah bosan hidup.
Sudah jenuh betul. Rumahtangga saya berantakan, usaha saya kacau. Apa
pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."

Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."

"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan
kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, "Kamu
sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi
terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian,
tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma
kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus,
tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita
tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang
penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama
kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal
berumahtangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah.
Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang
langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat
kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita
gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia
mengikuti petunjukku." demikian Sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak
ingin hidup." pria itu menolak tawaran Sang Guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"

"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah
botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan
jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini
selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu
ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah
betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang
disebut "obat" oleh Guru edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan
sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal satu malam, satu hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebas dari
segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam
bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah
ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir,
ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.

Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya,
"Sayang, aku mencintaimu."

Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.
Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan
jalan pagi.

Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih
tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua
cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena
pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah.
"Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya?" Dan sikap
mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang
itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan
lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang
berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah
jam lima sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda
depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang,
sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan
kamu."

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama
ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup
menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi
bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya Sang
Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol
itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam
kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat
menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik
kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut
air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh,
tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan.
Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan
."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang
ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia
masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?

Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?
Tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati.

Arti Memiliki

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus
dipertahankan' jika memang sudah sepadan.
Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan
begitu indah, jika tanpa persahabatan.....
yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan
prosesnya...adalah irreversible......

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang
terhebat. Jika engkau mencintai seseorang,
jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain
akan dirasa kurang...........
Begitu juga dalam cinta: engkau yang mencari, dan yang
lain akan menanti......

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta.... mungkin akan
begitu menyakitkan, dan mungkin akan
menyebabkan engkau sakit dan menderita..... tapi jika
engkau tidak mengikuti kata hati,
pada akhirnya engkau akan menangis.......jauh lebih
pedih...karena saat itu menyadari bahwa
engkau tidak pernah memberi....cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen....
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja......
Cinta tak harus berakhir bahagia.....karena cinta
tidak harus berakhir.....

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan....dan
mengerti apa yang tidak dijelaskan,
sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau
pikiran.........
melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun
sebagai imbalan, karena jika engkau demikian,
engkau bukan mencintai, melainkan.....investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk
menerima penderitaan.
Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan
mencintai, melainkan....
memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama
seseorang yang engkau cintai
daripada kehilangan seseorang yang engkau cintai,
karena egomu yang tak berguna itu........

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga
mati kala musim berganti,
cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir
selamanya........

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan
kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu,
bahwa Ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal
lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan2
kaca itu.....

Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali......

So.....berjuanglah hingga dapat cinta sejati, OK